Arsip Blog

Siapkan Gadgetmu dan Ikuti Lomba FotoBlogger 2014

banner_blog_rev

SociusRider – Foto, selain merekam beragam kenangan dan rekam jejak manusia, ia juga dapat menjadi representasi realitas kehidupan. Sejak munculnya kamera obscura ribuan tahun lalu sampai kejayaan DSLR kini, foto tak lepas menemani dan mengikuti dinamika kehidupan manusia. Karenanya, menyambut ulang tahun Otoblogger Indonesia (OBI) yang ketiga kami menggelar Lomba FotoBlogger 2014 guna menantang kemampuan rekan-rekan sekalian dalam membingkai realitas kehidupan di sekitar kita dalam wujud foto. Read the rest of this entry

Sepeda Motor Itu Candu

Pemotor atau sering disebut juga dengan Bikers di Indonesia memang luar biasa, seabreg fenomena terjadi dalam lika-liku kehidupan khas pemotor di Indonesia. Di negeri ini jutaan orang bergantung kepada sepeda motor sebagai moda transportasi utama dalam aktivitas kesehariannya. Sepeda motor tentunya juga berperan besar dalam melancarkan arus mobilisasi ekonomi warga, ditunjang oleh harga yang terjangkau (dengan adanya skema kredit) dan fleksibilitasnya yang tinggi. Namun dibalik itu semua tersimpang kengerian yang semakin mencekam dari hari ke hari. Sepeda motor yang teramat besar manfaatnya tersebut nyatanya adalah salah satu aktor dominan dari 80-an nyawa yang terenggut setiap harinya di jalan raya (data Korlantas Polri 2011). Read the rest of this entry

Menikmati Sepeda Motor, Sampai Kapan?

Bagi sebagian besar orang di Indonesia motor terkadang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidupnya. Yup, ditengah kebobrokan transportasi publik dan karut marutnya situasi berlalulintas yang melanda republik ini maka sepeda motor menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat dalam melaksanakan mobilitasnya. Lantas bagaimana sepeda motor menurut saya? Jujur saja, sebagai pencinta sepeda motor saya merasa beruntung karena bagi saya sepeda motor bukanlah sarana mobilitas atau alat transportasi yang utama. Kenapa? Karena saya beruntung memiliki aktivitas sehari-hari yang tidak jauh dari tempat tinggal, jadi ya mondar-mandir jalan kaki ae :mrgreen:.

Sepeda motor ada dimana-mana, dimana-mana ada sepeda motor :mrgreen:

Lho? Katanya cinta sama motor kok seneng sehari-hari jalan kaki? Buat saya yang penting dari berkendara sepeda motor itu bukanlah kuantitasnya, tapi kualitasnya :D. Menurut saya akan menjadi sangat menyebalkan jika sepeda motor yang saya cintai itu justru jadi sumber stress manakala saya harus memacunya setiap hari menembus belantara kemacetan Jakarta, buat saya sih gak ada nikmatnya :mrgreen:. Pernah saya coba menghitung, motor yang saya miliki saat ini rata2 dalam seminggu hanya memiliki jarak tempuh120an kilometer saja. Adapun 80an kilometer diantaranya adalah hasil dari rutinitas tiap akhir pekan, yakni pulang ke rumah orang tua di Tangerang tiap sabtu malam dan balik lagi ke tempat kost di Rawamangun pada minggu malam. Dengan kata lain dari senin sampai jumat motor dipakai gak lebih dari 40an kilometer saja, karena motor dipake cuma buat kalau ada keperluan tertentu saja (seperti kopdar bersama orang2 stress di OBI :mrgreen: ) dan itupun untungnya seringkali di malam hari. Kok beruntung di malam hari? karena saat itu traffick jakarta sudah tidak terlalu “beringas” jadi kenikmatan berkendara masih bisa saya dapatkan :D.

Motor saya ini lebih sering nangkring di parkiran Rumah Kost ketimbang mengaspal di jalanan Jakarta :mrgreen:

Well, sekarang sih saya masih bisa berucap syukur alhamdulillah karena masih memiliki kesempatan untuk menikmati berkendara sepeda motor. Namun didalam benak saya muncul kekhawatiran, jika Tuhan mengizinkan maka saya berharap masih bisa hidup lebih lama lagi, dan saya tentu tidak mengetahui akan seperti apa masa depan bukan? Siapa tahu kelak saya akan berhadapan dengan keharusan untuk melakukan aktivitas dan mobilitas yang jauh dari tempat saya tinggal. Saat itu terjadi, saya berharap bisa menggunakan  transportasi publik (yang semoga nantinya semakin memadai) sehingga saya bisa menggunakannya dan lagi-lagi tidak perlu mengendarai motor untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan begitu maka kualitas dan kenikmatan saya saat berkendara motor tidak perlu tercederai dengan stress menghadapi karut marutnya lalulintas ibukota.

Saya tentunya berharap kelak transportasi publik di negeri ini bisa semakin aman, nyaman dan terjangkau. Dengan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau  maka tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor dapat berkurang. Masyarakat tentu masih akan tetap memiliki sepeda motor, namun dengan keberadaan transportasi publik yang memadai maka masyarakat memiliki moda transportasi alternatif dalam melakukan mobilitas, tanpa perlu capek, tanpa perlu stress. Biarlah sepeda motor cukup menjadi sarana “rekreasi” semata. Yup, seperti di Jepang saja… mereka tetap punya motor dan mobil tapi sehari-hari tetap naik kereta atau bus. Haruskah kondisi seperti di Jepang tersebut sekedar menjadi mimpi belaka untuk Indonesia? Semoga tidak 🙂

Taat Aturan dan Naik Transportasi Publik ala Seohyun SNSD

SNSD. Dari kiri kekanan: Tiffany, Sunny, Taeyeon, Yuri, Yoona, SEOHYUN, Jessica, Hyoyeon, Soo Young. Awas jangan ketuker :mrgreen:

Bagi mereka yang sedang terjangkit demam K-Pop pasti kenal dengan SNSD atau Girls Generation, girlband yang digadang-gadang sebagai nomor satu di Asia :D. Jujur saja ane sendiri tidak terlalu demen-demen banget sama K-Pop tapi kualitas dance dan vokal yang yahud ditambah wajah yang imut2 sukses bikin ane kepincut sama SNSD, padahal tadinya ane ini termasuk metalhead  lho :mrgreen:. Tapi disini ane ga mau bahas soal musikalitas mereka, kalo mau cari itu monggo lirik deretan BOTD wordpress, selain diisi blog otomotif  biasanya ya BOTD penuh dengan blog-blog soal K-pop, kalo enggak ya blog-blog togel :mrgreen:.

Seohyun, populer, unyu, punya suara merdu, taat aturan, dan gemar naik transportasi publik! Perfecto!! 😀

Disini ane tertarik dengan member termuda SNSD yang bernama Seohyun. Selain punya tampang unyu dan suara yang yahud meski manggung tanpa lypsinc, ia juga dikenal sebagai selebritis yang unik. Jika mayoritas selebritis identik dengan “hura-hura”, Seohyun justru dikenal sebagai sosok yang “always follow the rules”. Hal ini dibuktikan dalam serial KBS Star Life, sebuah reality show yang kebetulan sedang mengamati kegiatan sehari-hari SNSD. Dalam reality show tersebut tampak Seohyun dengan segala kepopularitasannya tidak canggung untuk pergi kuliah naik taksi, dan yang luar biasa adalah meski ia duduk di kursi belakang ia tidak pernah lupa untuk menggunakan seatbelt! Ia bahkan menyarankan sang kameramen untuk turut menggunakan seatbelt juga, katanya ia memang sosok yang selalu taat aturan bro, karena pake seatbelt itu wajib katanya :D. Buktinya bisa dilihat di video dibawah ini masbro 😀

Yang unik lagi, dalam video diatas Seohyun juga berujar bahwa jika sedang tidak naik taksi maka ia sering juga menggunakan bus untuk pergi kuliah bersama teman-temannya. Wihhh, status selebritis tidak bikin dia gengsi untuk naik transportasi publik :D. Memang, sama halnya dengan Jepang, mayoritas warga Korea itu demen naik transportasi publik sehari-hari. Ahh, semoga saja transportasi publik disini semakin memadai sehingga semakin banyak orang di Indonesia yang mengikuti jejak Seohyun untuk menggunakan transportasi publik sehari-hari :D. Dari sosok Seohyun ini kita bisa belajar untuk selalu taat aturan dan jangan gengsi untuk naik transportasi publik. Kita juga ketahui bahwa bahaya bisa muncul kapan saja  saat sedang berkendara, oleh karenanya mentaati aturan itu wajib hukumnya, salah satunya ya dengan selalu mengenakan seatbelt kalo lagi didalam mobil, kayak Seohyun :D.

Tidak tertib jadi faktor penyebab kecelakaan yg cukup tinggi, gak pake seatbelt berarti ya tidak tertib. Sumber: nyolong dari eyang Edo :mrgreen:

Bicara soal seatbelt sendiri maka keputusan untuk tidak menggunakannya mengindikasikan perilaku yang tidak tertib. Tidak tertib disini karena menyalahi aturan, dimana memakai seatbelt adalah wajib hukumnya. Di Indonesia sendiri seatbelt wajib digunakan oleh pengendara dan penumpang di kursi depan, namun demi ikhtiar menjaga nyawa titipan Tuhan maka alangkah baiknya jika semua penumpang juga turut menggunakan seatbelt, jangan kalah sama Seohyun :D.

At least, sebagai penutup saya persembahkan video musik terbaru SNSD yang berjudul Paparazzi, cekidot 😀

Buat yang ga demen SNSD, jangan kecewa, ini dia salah satu video musik favorit ane dari Lamb of God, ane masih Metalhead kok, xixixixi :mrgreen:

Iritnya motor2 matic terbaru Sebenarnya Bisa Jadi Hal yang Percuma…

Ngomongin soal motor baru, selain performa dan fitur maka konsumsi bbm selalu jadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Ya memang sangatlah manusiawi jika banyak orang yang menginginkan motor dengan konsumsi bbm yang irit. Belum lama ini muncul trend dimana motor matic yang baru dilaunching menjadikan kata “irit” sebagai jargon utamanya. Tujuan pabrikan sudah jelas adalah untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Indonesia sebagai negara dengan pendapatan perkapita yang rendah dan belum memiliki sarana transportasi publik yang memadai adalah sasaran empuk bagi distribusi penjualan motor berjargon irit. Bicara soal konsumsi bbm maka ada dua aspek penting terkait hal tersebut, pertama adalah apakah motornya memang irit dan bagaimana cara berkendara kita. Ngomongin soal motor jujur ane gak faham soal seberapa irit motor2 matic yang keluar belakangan ini. Pabrikan memang bisa saja mengklaim irit, namanya juga lagi ngiklan :mrgreen: . Test keiritan melalui media online maupun blogger yang diselenggarakan pabrikan pun patut dipertanyakan, karena biasanya motor yang dikasih pabrikan untuk sesi testride sudah di “tune” sedemikian rupa, rahasia umum lah :mrgreen: .

Kalo kayak gini jalannya sih, yaaa gitu deh :mrgreen:

Ironisnya, kondisi jalanan di banyak kota besar saat ini justru bikin konsumsi bbm motor yg irit jadi percuma. Lho kok gitu? Okelah motornya memang irit, meskipun itu masih “katanya” :mrgreen:, namun jangan lupa bahwa tingkat keiritan motor juga amat dipengaruhi oleh cara berkendara dari si empunya motor. Teknik berkendara yang irit atau lebih dikenal dengan istilah econo riding adalah teknik berkendara yang bertujuan untuk mengefisiensikan konsumsi bbm. Sebagai contoh dari econo riding adalah tidak membetot gas sejadi-jadinya, menghindari kitiran rpm yang terlalu tinggi, dsb. Sayangnya kemacetan yang semakin parah di banyak kota besar memaksa pengendara motor untuk stop and go, ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngelamun-ngegas lagi kayanya sudah biasa dilakukan klo lagi macet :mrgreen: . Nah disinilah mesin dipaksa meraung di rpm rendah sesering mungkin hanya untuk tiap beberapa meter, disaat macet tidak bergerakpun mesin  motor tetap menyala, makanya bensinpun mengucur ke ruang bakar, boros deh. Jadi sebenernya agak percuma punya motor irit kalo kondisi jalan makin macet dan semrawut, ujung2nya tetap saja harus keluar kocek lebih buat beli bbm. Oleh karenanya sudah seharusnya transportasi publik yang memadai dan terjangkau lekas diciptakan untuk masyarakat, dengan begitu kemacetan di jalan bisa diminimalisir. Bahkan kalau perlu nantinya kita ga harus naik motor sehari-hari lagi, kalo ada transportasi umum yang nyaman dan murah kenapa harus capek2 naik motor kan? 😀

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Framing Life, Capturing Souls

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Berjalan Dari Satu Takdir Menuju Takdir Yang Lain

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog