Arsip Blog

Honda Vario 110 Fi, Tambal Sulam Ala Honda

Gambar

Garis desain bodi tidak berubah jauh, hanya lampu depan yang mirip Vario 125

SociusRider – Sebagaimana kita ketahui belum lama ini AHM selaku ATPM Sepeda Motor Honda di Indonesia meluncurkan Vario 110 Fi sebagai penerus dari generasi sebelumnya yang masih menggunakan karburator. Sayangnya ada jurus tambal sulam dalam hadirnya Vario 110 Fi, kehadiran fitur Injeksi harus dibayar dengan dihilangkannya radiator. Read the rest of this entry

Mengapa Vario 125? Solusi Rasional Buat Si Jumbo

Bayangkan kalo naik Honda BeAT :mrgreen:

Bayangkan kalo  saya naik Honda BeAT lama plus ban cacing :mrgreen:

SociusRider – Skuter matik alias skutik kian hari makin diminati banyak orang, penggunaan yang mudah dan tidak bikin lelah biasanya jadi alasan banyak orang memboyong skutik ke garasi rumah. Di pasaran sendiri kini tersedia beragam pilihan skutik dan hampir setiap pabrikan punya andalannya masing-masing. Read the rest of this entry

Tunduk Oleh Akal, Pasrah Kepada si Ompong

Tak lama setelah sampai di rumah Juni 2013 silam

Tak lama setelah sampai di rumah Juni 2013 silam

SociusRider – Banyak alasan seseorang memilih menggunakan sepeda motor, mulai dari sekedar alat transportasi sampai kebutuhan untuk nampang. Khusus untuk diri saya sendiri, saya sempat berpandangan bahwa sekalipun digunakan untuk mobilitas rutin namun kuda besi haruslah bisa untuk nampang. Read the rest of this entry

Iritnya motor2 matic terbaru Sebenarnya Bisa Jadi Hal yang Percuma…

Ngomongin soal motor baru, selain performa dan fitur maka konsumsi bbm selalu jadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Ya memang sangatlah manusiawi jika banyak orang yang menginginkan motor dengan konsumsi bbm yang irit. Belum lama ini muncul trend dimana motor matic yang baru dilaunching menjadikan kata “irit” sebagai jargon utamanya. Tujuan pabrikan sudah jelas adalah untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Indonesia sebagai negara dengan pendapatan perkapita yang rendah dan belum memiliki sarana transportasi publik yang memadai adalah sasaran empuk bagi distribusi penjualan motor berjargon irit. Bicara soal konsumsi bbm maka ada dua aspek penting terkait hal tersebut, pertama adalah apakah motornya memang irit dan bagaimana cara berkendara kita. Ngomongin soal motor jujur ane gak faham soal seberapa irit motor2 matic yang keluar belakangan ini. Pabrikan memang bisa saja mengklaim irit, namanya juga lagi ngiklan :mrgreen: . Test keiritan melalui media online maupun blogger yang diselenggarakan pabrikan pun patut dipertanyakan, karena biasanya motor yang dikasih pabrikan untuk sesi testride sudah di “tune” sedemikian rupa, rahasia umum lah :mrgreen: .

Kalo kayak gini jalannya sih, yaaa gitu deh :mrgreen:

Ironisnya, kondisi jalanan di banyak kota besar saat ini justru bikin konsumsi bbm motor yg irit jadi percuma. Lho kok gitu? Okelah motornya memang irit, meskipun itu masih “katanya” :mrgreen:, namun jangan lupa bahwa tingkat keiritan motor juga amat dipengaruhi oleh cara berkendara dari si empunya motor. Teknik berkendara yang irit atau lebih dikenal dengan istilah econo riding adalah teknik berkendara yang bertujuan untuk mengefisiensikan konsumsi bbm. Sebagai contoh dari econo riding adalah tidak membetot gas sejadi-jadinya, menghindari kitiran rpm yang terlalu tinggi, dsb. Sayangnya kemacetan yang semakin parah di banyak kota besar memaksa pengendara motor untuk stop and go, ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngelamun-ngegas lagi kayanya sudah biasa dilakukan klo lagi macet :mrgreen: . Nah disinilah mesin dipaksa meraung di rpm rendah sesering mungkin hanya untuk tiap beberapa meter, disaat macet tidak bergerakpun mesin  motor tetap menyala, makanya bensinpun mengucur ke ruang bakar, boros deh. Jadi sebenernya agak percuma punya motor irit kalo kondisi jalan makin macet dan semrawut, ujung2nya tetap saja harus keluar kocek lebih buat beli bbm. Oleh karenanya sudah seharusnya transportasi publik yang memadai dan terjangkau lekas diciptakan untuk masyarakat, dengan begitu kemacetan di jalan bisa diminimalisir. Bahkan kalau perlu nantinya kita ga harus naik motor sehari-hari lagi, kalo ada transportasi umum yang nyaman dan murah kenapa harus capek2 naik motor kan? 😀

Yang terlupa dari Hingar-Bingar Yamaha Mio J, Suzuki Nex, dan kawan2

Mio J yang (katanya) irit :mrgreen:

Well… jagat blogosphere roda dua tanah air sedang ramai dengan gonjang-ganjing matic2 terbaru yang menyerbu jalanan. Mulai dari Suzuki Nex, Yamaha Mio J dan Mio Fino, sampai gossip seputar Vario 125 dan Yamaha Mio Soul baru yang (katanya) sama2 injeksi. Kalau kita mau coba flashback, awal mula kemunculan matic di Indonesia adalah sebagai solusi menghadapi ruwetnya traffic di kota2 besar. Dengan matic kita tak perlu repot2 pindah gigi dan tekan kopling, tinggal bejek gas dan motor pun meluncur. Motor matic pun akhirnya di klaim sebagai motor ideal di perkotaan, sampai akhirnya matic juga menjadi bagian dari gaya hidup. Boleh dibilang anak2 abegeh jaman sekarang cukup akrab dengan yang namanya motor matic, dan matic pun seolah jadi simbol dari kata gaul bagi anak muda, mungkin karena gada yang ngajarin mereka kopling kali yak :mrgreen: . Namun satu hal yang menjadi kelemahan motor matic adalah konsumsi bensin yang teramat boros, bayangkan saza konsumsi bensin sebuah yamaha Mio Sporty 115cc bisa lebih rakus ketimbang motor ane Scorpio Z 225cc.

Nex yang (katanya) irit :mrgreen:

Posisi matic akan semakin terjepit jika harga bensin bakal merangkak naik. Nahhhhh disinilah cerdasnya orang Jepang, sadar bahwa tahun ini ada kemungkinan BBM naik maka tiga samurai yakni Suziku, Yamahmud, dan Ndaho ramai2 menggelontorkan matic2 irit. Maka jangan heran kalo strategi marketing motor matic saat ini lebih menonjolkan aspek irit ketimbang fungsi, fitur, maupun performa. Hal ini dibuktikan dari klaim irit Suzuki Nex dan Yamaha Mio J. Tak ketinggalan Honda yang bersiap2 meluncurkan Vario 125 pun menyiapkan Injeksi pgm-fi sebagai senjata untuk menekan konsumsi bensin si Vario. Dari sini sudah jelas betapa pabrikan gak sudi keuntungan dari penjualan matic akan berkurang jika nantinya kenaikan BBM benar2 terjadi.

Nahhh, ketika penjualan matic (dan motor tipe lain) moncer, atpm kebanjiran duit, dan anak2 muda pamer2 matic barunya sementara sarana dan prasarana jalan belum memadai apa yang akan terjadi? Mudah saja, jalan makin macet, kecelakaan makin meningkat, tingkat stress di jalan pun akan semakin tinggi. Matic yang awalnya diciptakan agar bisa nyaman menembus traffic yang padat pun bisa jadi gak akan nyaman2 banget di jalan, kasian :mrgreen: . Yoweslah daripada sibuk2 nebar foto spy shoot mending nikmatin aja gambar2 dibawah ini :mrgreen:.

:mrgreen:

:mrgreen:

:mrgreen:

Sumber gambar : google :mrgreen:

Waspada! Tikus mengintai motor matic anda di musim hujan

Waspada dengan Tikus!

Sedikit cerita dari tempat kost ane di Rawamangun. Akhir2 ini disaat hujan melanda seantero Jakarta muncul sebuah fenomena baru diantara pengguna motor matic di tempat kost ane. Fenomena itu adalah mogoknya motor2 tersebut dalam waktu yang nyaris bersamaan. Suatu pagi seorang kawan tidak dapat menstater motor maticnya, dan keesokannya motor2 matic yang lain pun ikut2an gak mau nyala, kompak nih yee :mrgreen: . Awalnya ane kira ada yang bermasalah dengan kelistrikan motor2 matic tersebut, tapi kalo kelistrikan kok bisa kompak begitu mogoknya? Untuk menjawab rasa penasaran maka dibongkarlah salah satu motor matic milik seorang kawan di tempat kost, ternyata kabel koilnya putus sodara2!!!!! Melihat hal tersebut temen kost ane yang punya Honda Vario Techno dan mogok turut membongkar motornya juga, benar saja ternyata salah satu kabel kelistrikannya juga ada yang putus. Namun tak hanya itu!! Di dalam dek bawah sang Vario ditemukan sisa2 tulang dan kotoran hewan yang baunya amit2 jabang tuyul! Hyaiksss…. Setelah dilakukan analisis terhadap tulang dan kotoran tersebut dapat dipastikan bahwa jenazah itu adalah jenazah Tikus. Dan Tikus pulalah pelaku pemutusan kabel kelistrikan yang melanda parkiran kozan ane dengan korban motor matic. Perlu diketahui bahwa Vario temen ane itu sempat lama tidak dipakai sebelum diketahui mogok, sekitar sebulan. Mungkin inilah penyebab ditemukannya bangkai tikus di dalam motor, karena si tikus betah nginep di dek Vario. Sementara di motor yang lain doi cuma mutusin kabelnya saja.

Ada ruang renggang antara dek dan mesin di motor matic (Gambar cuma ilustrasi, nyomot dari gugel)

Tidak tanggung2, si tikus tidak pilih merek dalam melaksanakan aksi putus kabelnya. Tercatat 1 Yamaha Nouvo, 1 Yamaha Xeon, 1 Suzuki Spin, dan 1 Honda Vario Techno sukses digigit dan diputusin kabel kelistrikan yang posisinya ada di sekitar dek. Well, rupanya ruang yang renggang antara mesin dan dek bawah motor matic dapat dimanfaatkan oleh para Tikus untuk bersemayam di kala musim hujan datang. Musim hujan tampaknya bikin sang tikus galau karena rumahnya kebanjiran dan doi akhirnya milih buat ngumpet di dek motor matic sambil ngemil gigit kabel, xixixxiix :mrgreen: . So, mulai sekarang para pemilik motor matic harus lebih waspada dengan si tikus, kalau perlu taruh karbol di dalam dek biar si tikus ogah mampir, dan tentunya tidak lupa menjaga kebersihan daerah sekitar parkiran motor supaya hama tikus gak ada lagi.

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Berjalan Dari Satu Takdir Menuju Takdir Yang Lain

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog