Arsip Blog

Black Jagur a.k.a. Yamaha Vega R Strikes Back!! Yeahhhh \m/

Black Jagur dan Blue Scouzie di Parkiran rumah 😀

Tak terasa sudah sebulan lebih black jagur alias Yamaha Vega R teronggok tanpa tersentuh di garasi rumah, Tangerang. Sehari-hari saya memang lebih sering berada di tempat kost (Rawamangun) ditemani blue scouzie alias Yamaha Scorpio sebagai tunggangan andalan. Kesibukan sehari-hari dan sedikitnya kesempatan pulang ke Tangerang membuat black jagur jadi jarang tersentuh. Belum lagi di rumah sudah ada red juminten alias Yamaha New Jupiter MX yang lebih sering digunakan oleh orang rumah ketimbang black jagur. Sekalinya pulang ke tangerang terkadang lebih asik tidur alias istirahat, capek riding trus, walhasil dalam hitungan berbulan2 black jagur cuma dipake beberapa kali saza :mrgreen:. Seiring dengan rasa kangen untuk riding dengan motor pertama yang saya miliki, maka saat pulang ke Tangerang hari jumat kemaren saya memutuskan untuk meninggalkan blue scouzie untuk sementara di rumah dan memboyong black jagur ke Rawamangun pada hari minggunya.

Sebelum black jagur diajak riding tak lupa untuk melakukan pengecekan dulu, apakah black jagur sudah layak jalan atau belum. Mengingat motor sudah lama tidak dipakai maka dikhawatirkan kondisinya sudah tidak prima lagi. Maka hari sabtu kemarin diputuskan untuk menggelandang black jagur menuju bengkel guna diperiksa. Dari hasil pemeriksaan tercatat beberapa hal yang harus digaris bawahi, pertama adalah karburator sudah sangat kotor, oli harus diganti, saklar lampu yang kendor, dan kompon ban yang sudah mengeras. Oiya, sebelumnya black jagur tidak dipasangi busa filter, maklum sisa2 masa alay jaman dulu waktu doyan main korek2an :mrgreen: . Akhirnya diputuskan untuk beli busa filter baru, damn!! saat dipasang rupanya kawat dudukan busa juga gak ada, kayanya ane lupa naro dimana. Sialnya ketika ane berniat membeli, nyaris semua toko yang ane temuin ga menjual besi dudukan busa filter untuk Vega R rakitan 2004 kebawah. Tak hilang akal, akhirnya diputuskan mengakalinya dengan memasang dudukan busa filter milik Honda Supra X 100cc, tak lupa dudukan besinya dipapas dulu supaya muat ke box filter udara milik black jagur, problem solved! :mrgeen:.

Banyak serbuk kotoran di dalam karburator euy

Shell Advance AX5 buat Black Jagur 😀

Dudukan busa filter udara milik supra x 110 dipapas biar muat di box filter Black Jagur, it works 😀

Bis ngebengkel jangan lupa dicuci dulu 😀

Sebelum riding isi bensin dulu, Black Jagur emang cuma bebek jadul, tapi minumnya Pertamaxx Merah! 😀

Black Jagur strikes back!! Siap mengaspal kembali 😀

Semua permasalahan yang ditemukan nyaris semuanya sukses dibenahi, ane pun menyimpulkan black jagur sudah layak jalan. Satu hal yang belum sempat dibenahi adalah kompon ban yang sudah mengeras karena jarang dipakai, kali ini ane memutuskan untuk mengganti ban pada hari senin sore saja :D. Alhamdulillah hari minggu kemaren Black Jagur sukses diajak riding dengan trek Tangerang – Grogol – Gatot Subroto – Cawang – Kalimalang – Jatiwaringin – Rawamangun tanpa masalah. Mesin 110cc oversize 50 milik black jagur yang sudah berumur 8 tahun masih cukup powerfull, hanya saja riding harus tetap hati-hati karena kompon ban yang keras. Demikian artikel kali ini, nantikan kisah black jagur selanjutnya :D.

Dengan postur saat ini, emang udah ga pantes naik bebek, tapi gimana lagi? Dah kadung cinta mati ama motor pertama saya ini :mrgreen:

Iklan

Saya, Black Jagur, dan Balada motor keren

Black Jagur dan Blue Scouzie, dua motor yang Insya Allah "keren" :mrgreen:

Menyambung tulisan ane sebelumnya tentang Black Jagur, ane mengakui bahwa ane amat sangat tidak proporsional menunggang Black Jagur alias Yamaha Vega R 2004. Diluar itu banyak yang mengkritik bahwa Black Jagur sudah saatnya dipensiunkan, nih motor dah gak keren, jadul, butut, tuwir, dan sebagainya. Namun ane tetap bergeming, memang betul kalo mesin 110 cc dan bodi mengotaknya sudah ketinggalan jaman, betul pula kalo saat ane naik Black Jagur terlihat seperti beruang naik mbebek :mrgreen: . Tapi motor inilah yang mengenalkan ane dengan kecintaan terhadap dunia motor dan beragam intriknya. Maka ane pun gak mampu untuk melepas cinta motor pertama ane ini.

Asumsi kalo bLack Jagur ga keren ada benarnya, sampai pada suatu hari sayah memutuskan untuk riding dengan Black Jagur karena Scorpio ane sedang kena rawat inap di Bengkel. Baru mulai riding ane berpapasan dengan sebuah Satria F 150, hyper underbone yang (katanya) mampu memikat para gadis SMU :mrgreen: . Kebetulan saat itu habis hujan dan jalanan pun becyek, sialnya Satria F tersebut spakbor belakangnya dicopot, maka cipratan air dr roda Satria muncrat kemana-mana dan mengotori pengendara di belakangnya. Kemudian ane berpikir bahwa Black Jagur lebih keren dari Satria F itu, karena Black Jagur ga mengotori pengendara di belakangnya, Black Jagur masih pake spakbor belakang dong.

Perjalanan berlanjut, dan saya berpapasan dengan sebuah CBR 250 yang spionnya dilipat. Kemudian ane berpikir bahwa Black Jagur lebih keren dari CBR 250 tersebut, Black jagur spionnya terpasang dengan benar dong. Lanjut riding tiba-tiba ane dikejutkan dengan suara berisik khas motor 2tak, rupanya ada Ninja R dan RX-King yang sedang adu betot gas di jalan raya. Kemudian ane berpikir bahwa Black Jagur lebih keren dari Ninja R dan RX-King tersebut, lha Black Jagur mah kalo jalan alon-alon dan santun, gak membahayakan ane dan pengguna jalan lain. Lanjut riding kemudian berpapasan dengan serombongan motor dengan atribut khas anak klub, ane gak tahu dengan jelas klub motor apa itu yang jelas motornya Honda Tiger yang rata-rata full box, wuihhh keren motornya, gagah ridernya. Sayang rombongan honda Tiger itu berlaku tidak terpuji, mereka pasang barang haram bernama sirene strobo. Kemudian ane berpikir bahwa Black Jagur lebih keren dari Honda Tiger mereka, karena Black Jagur anti untuk dipasangi sirene strobo.

Begitu sampai tujuan ane mencoba melakukan refleksi diri, hmm ternyata percuma punya motor keren kalo attitude di jalan dari sang rider jauh dari keren. Satria F, Ninja R, RX-King, dan Tiger yang ane temui di jalan tadi luntur image kerennya karena ulah rider mereka sendiri. Black Jagur mungkin cuma sebuah motor tuwir saat ini, tapi saat ini ia selalu taat aturan berlalulintas dan santun di jalan. Jadi, sebelum kita mengaku dan menyombongkan diri sudah punya motor keren, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri “Sudahkah kita santun di jalan?” . Saya yakin sekalipun punya sebuah Ducati 1199 Panigale tapi kalo cara ridingnya seruntulan dan membahayakan maka yang akan keluar dari mulut orang lain hanya sekedar cacian. Dan kemudian ane akan berpikir bahwa Black Jagur lebih keren Ducati 1199 Panigale tersebut :mrgreen: .

Romantika Bikers : Antara Saya dan Black Jagur

Pada suatu masa, ketika ane masih alay :mrgreen:

Well, sudah lama rasanya ingin merilis curhatan ini, namun apadaya karena sibuk (atau sok sibuk :mrgreen: ) akhirnya tulisan ini baru sekarang dirilis 😀 . Tulisan ane kali ini terkait dengan cinta motor pertama ane yang ane namai Black Jagur, Black karena warna di STNK tertulis hitam, dan Jagur adalah singkatan dari jarang diguyur alias jarang dicuci :mrgreen: . Black Jagur pada dasarnya adalah sebuah Yamaha Vega R rakitan 2oo4 yang dibelikan oleh orangtua ane di tahun yang sama pada tanggal 14 Januari pukul 2 siang di sebuah dealer Yamaha di Tangerang. Motor ini dibelikan oleh orang tua ane ketika ane masih kelas 3 SLTP dengan alasan supaya ane terpacu untuk bisa masuk ke SMA favorit. Sama seperti masyarakat pada umumnya orangtua ane saat itu belum begitu memahami betapa bahayanya seorang anak dibawah umur ketika diberikan sebuah benda bernama motor. Dengan usia yang saat itu masih sekitar 14 tahun, jelas ane tidak memiliki SIM dan menjadi seorang bikers illegal di jalan raya.

Seiring waktu berjalan maka skenario buruk pun terjadi, begitu ane SMA ane mulai keranjingan dengan yang namanya korek motor dan sering nongkrong di arena balap liar. Tercatat saat itu ubahan yang sempat ane lakukan di Black Jagur adalah pasang girbox Yamaha X1-R Thailand, oversize 50, jetting karburator, knalpot rakitan yang berisik minta ampun, sampai pemasangan sockbreaker depan Yamaha RX-King beserta setang jepit dan body yang terondol. Ubahan mesin memang tidak terlalu ekstrim untuk ukuran motor balap liar, namun cukup menguras kantong untuk ukuran seorang anak SMA yang masih merengek minta jajan pada orangtua. Dilihat dari penampilan motor pun Black Jagur saat itu sudah dapat dinyatakan sebagai sebuah motor alay! Belum lagi ane kemana2 lebih sering menggunakan helm cetok, kadang malah tanpa helm sama sekali, apalagi kepikiran buat pake safety gear! jelas ane adalah sealay-alaynya bikers alay saat itu :mrgreen: .

Selama periode suram tersebut entah berapa kali ane harus kejar-kejaran dengan polisi yang menggerebek lokasi balap liar, mengendap-endap di jalanan agar tak terkena tilang, sampai jumpalitan nyusruk aspal karena riding style yang luar biasa seruntulan. Sampai suatu saat ane terlibat kecelakaan tunggal akibat ban depan meledak saat melakukan cornering, diduga ban meledak saat itu karena compon ban sudah tipis, tekanan angin yang kurang, dan cornering yang terlalu memaksakan diri. Tercatat saat itu kondisi Black Jagur begitu menyedihkan, shock depan melengking, segitiga patah, batok lampu Honda Nova Dash yang ane pasang di Black Jagur remuk, sampai body yang pecah, alhamdulillah Tuhan masih memberikan keselamatan buat ane, ane cuma keseleo kaki saja.

Dengan kejadian itu pun Abah (panggilan ane buat bapak) marah bukan kepalang karena ane menggunakan motor yang ia belikan untuk hal yang tidak terpuji dan membahayakan. Sejak saat itu Black Jagur pun lebih banyak “ngejogrok” di prakiran rumah tanpa tersentuh. Dan kemudian Abah ane membelikan sebuah Yamaha Scorpio Z sebagai pengganti Black Jagur, dengan catatan ane gak akan korek motor dan seruntulan bawa motor lagi (tulisan tentang Scorpio akan dirilis terpisah 😀 ). Alhamdulillah saat itu usia ane pun sudah cukup untuk memiliki SIM resmi.

Lama melihat Black Jagur terkapar tak berdaya di parkiran tanpa tersentuh membuat ane iba, bagaimanapun ia adalah motor pertama ane, ia yang meperkenalkan ane terhadap kecintaan akan sebuah sepeda motor. Akhirnya ane pun memberanikan diri untuk membangun ulang Black Jagur, namun kali ini bukan untuk kebut2an perubahan yang ane lakukan sebatas penampilan dan estetika. Melihat ane yang sudah lepas dari dunia “bejek gas” maka Abah pun mengizinkan. Saat itu tercatat rubahan yang ane lakukan adalah standarisasi mesin, ganti body secara keseluruhan dengan body Yamaha Jupiter Z, penggunaan Headlamp Yamaha Mio custom yang sudah memiliki lampu sein, pemasangan takometer dan fuelmeter digital, pemasangan velg alumunium Ride It (ukuran standar), sampai instalasi cakram depan Kawasaki Ninja.

Black Jagur dengan Body Jupiter, Headlamp Mio, dan cakram Ninja 😀

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, beberapa bulan setelah motor terlihat tampan (menurut ane :mrgeen: ) Black Jagur terlibat insiden lagi, kali ini adik ane adalah pelaku sekaligus korban 😦 . Black Jagur ditabrakkan ke tembok oleh adik ane yang tidak mampu mengendalikan motor karena membawa barang berat di plastik kresek yang ditautkan ke setang, duh 😦 . Maka bagian depan motor pun remuk tidak karuan, alhamdulillah Adek ane saat itu hanya mengalami luka kecil. Sejak saat itu ane putuskan untuk melakukan standarisasi total terhadap Black Jagur, semua modifikasi yang ane pasang di Black Jagur ane kembalikan kepada standarnya kecuali velg yang masih menggunakan Ride It. Black Jagur pun akhirnya kembali menjadi Yamaha Vega R standar dengan kelengkapan berkendara yang lengkap 🙂 .

Kondisi Black Jagur saat ini, foto bareng Blue Scouzie (Scorpio Ane) 😀

Harus diakui dengan postur ane saat ini dengan tinggi 183cm dan bobot yang entah berapa (malas nimbang :mrgreen: ) Black Jagur jelas sudah tidak proporsional lagi untuk dikendarai oleh ane. Postur ane sudah jauh berubah, saat ini ane bukan lagi bocah SMP berusia 14 tahun :mrgreen: , saat ini ane pun lebih sering menggunakan Yamaha Scorpio Z sebagai motor sehari-hari. Black Jagur hanya dipakai sewaktu-waktu agar mesin 11occ nya tidak rusak. Namun kecintaan terhadap Black Jagur sejatinya tak pernah luntur, ia tetap motor pertama ane, motor yang mengenalkan ane dengan suka duka menjadi pemotor, entah sudah berapa boncenger yang duduk di jok belakangnya, mulai dari boncenger biasa sampai boncenger yang “spesial” 😀 . Kesemua alasan tersebut membuat ane amat sangat berat jika diminta untuk menjual Black Jagur, terlalu banyak kenangan dengan motor ini, suka dan duka dilalui bersama, kami sesat bersama dan insyaf pun bersama. Terimakasih sudah menemaniku selama delapan tahun ini duhai Black Jagur, I will Always Love You 🙂 .

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Framing Life, Capturing Souls

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Berjalan Dari Satu Takdir Menuju Takdir Yang Lain

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog