Vietnam: Motor Rusak? Ya Buang Saja

Tampak seorang ibu sedang menggoes sepedanya melewati tumpukan sepeda moptor di Quan Do. Sumber Foto: Reuters (as tagged)

Tampak seorang ibu sedang menggoes sepedanya melewati tumpukan sepeda motor di Quan Do. Sumber Foto: Reuters (as tagged)

SociusRider – Manakala motor sudah tua dan rusak, biasanya jika tidak diperbaiki ya kemungkinannya adalah dibiarkan mangkrak, dijual murah, atau kalau rusaknya parah dipretelin dan dilempar ke pasar loak, namun di Vietnam motor-motor rusak biasanya akan berakhir di tempat pembuangan motor. Disebut tempat pembuangan motor karena memang mayoritas yang dibuang adalah sepeda motor.

Adalah Desa Quan Do yang terletak di utara Hanoi Ibukota Vietnam, tempat dimana banyak sepeda motor mengakhiri nasibnya, di desa ini kita akan menemukan tumpukan sepeda motor rongsokan yang menggunung. Desa Quan Do dikenal di kalangan penduduk setempat sebagai tempat transaksi barang rongsok untuk di daur ulang. Kendati sepeda motor mendominasi, namun tak jarang rongsokan kapal laut dan bahkan pesawat terbang juga bisa berakhir di desa Quan Do.

Tumpukan motor yang menggunung di Quan Do. Sumber Foto: Reuters (as tagged)

Tumpukan sepeda motor yang menggunung di Quan Do. Sumber Foto: Reuters (as tagged)

Dikutip dari Reuters, praktik di desa Quan Do ini sebenarnya berbahaya lantaran ada potensi polusi yang bisa mencemari desa mereka. Namun lantaran praktik transaksi barang rongsok sudah berlangsung selama 25 tahun maka warga setempat tidak mengindahkan ancaman polusi.

Di Indonesia sendiri praktik transaksi kendaraan rongsok secara utuh sebenarnya bukan hal asing, kita sering mendengarnya dengan istilah “kampakan”, namun biasanya kampakan lebih banyak menerima kendaraan roda empat. Kalau di Vietnam kendaraan rongsok di daur ulang, maka di kampakan part yang masih bisa terpakai biasanya dijual kembali dan yang sudah terlalu parah biasanya akan “dikiloin”. Salam…

(Mukhammad Azdi)

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on April 1, 2014, in Social Stuff and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: