Peraturan “Ganjil-Genap” Bukan kebijakan Yang Diharapkan Di Era Jokowi

Yang terlupa dari Hingar-Bingar Yamaha Mio J, Suzuki Nex, dan kawan2

Terpilihnya Jokowi sebagai pemimpin baru di DKI Jakarta tentu membawa asa baru bagi mereka yang menginginkan adanya perubahan di kota Megapolitan ini, ke arah yang lebih baik tentunya. Salah satu perubahan yang diharapkan adalah dapat dikuranginya kemacetan yang semakin hari tampak semakin parah di Kota Jakarta. Sempat menggebrak lewat wacana peremajaan Kopaja dan Metromini kini Jokowi justru muncul dengan gagasan yang tidak populis, yakni adanya wacana pembatasan kendaraan dengan metode “ganjil-genap”. Lewat kebijakan tersebut kendaraan dengan nomor ganjil maupun genap hanya bisa melintas di beberapa ruas jalan utama Jakarta pada hari tertentu yang berbeda.

Kebijakan peraturan ganjil-genap memiliki kendala yang nyata dari sisi teknis, pertama adalah apakah aparat sudah siap dalam melakukan pengawasannya? Three in One yang berlaku saat ini saja masih sering kecolongan apalagi harus merhatiin plat nomor yang lewat satu-satu:mrgreen: . Kebijakan ganjil-genap juga merugikan mereka yang memiliki waktu kerja lebih dari satu hari, misal jika si fulan kerja di MH. Thamrin pada hari senin dan harus menginap sampai selasa. Kalau dia berangkat hari senin naik mobil berplat nomor ganjil lantas bagaimana selasa dia bisa pulang sementara hari selasa khusus plat nomor genap yang boleh melintas, nah lho:mrgreen:.

Terlepas dari pro-kontra yang muncul dari sisi teknis pelaksanaan peraturan ganjil-genap sesungguhnya hal ini sangat bertentangan dengan citra yang dibangun Jokowi selama ini. Dengan tagline “Jakarta Baru” yang diusung pada masa kampanye tentunya wacana peraturan ganjil-genap jadi sangat kontraproduktif, hal ini mengingat wacana peraturan ganjil-genap sesungguhnya sudah muncul sejak eranya Sutiyoso dan Foke, lantas “Jakarta Barunya” dimana kalo konsep yang dipakai malah konsep usang bin jadoel?

Memang kebijakan ganjil-genap bisa memaksa masyarakat untuk beralih ke transportasi publik supaya ga ribet naik kendaraan dengan plat nomor ganjil/genap, tapi masalahnya apakah transportasi publiknya sendiri sudah layak? Sepatutnya sebelum mengeluarkan kebijakan pembatasan kendaraan dengan model apapun masyarakat sudah disuguhi alternatif transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau lebih dulu. Ayo dong pak Jokowi, kami tunggu janji anda soal peremajaan Kopaja sampai realisasi MRT, jangan keburu keblinger dulu lah:mrgreen: .

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on Desember 6, 2012, in Social Stuff and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Yang penting mobil populasinya terkendali di jalan..
    Eneg liat mobil bikin macet

    • sama aja motor jg bikin macet mas bro..banyakan jg motor dr pada mobil malah..
      masalah nya bkn siapa yg buat macet tp tdk tertib nya pengguna jalan, tata kota yg buruk, jalanan yg tdk seimbang dgn laju perekonomian..

  2. ayo ayo… Jakarta baroe.. ayo Jok buktikan merahmu eh janjimuūüėÄ

  3. jadi inget kelas jaman kuliah

  4. Yg kena aturan mobil cak, bukan motor

  5. yaah kita cuma bisa liat aja gimana perkembangannya kalo emang bener sistem ganjil genap akan diberlakukan.
    klo emng msh macet brrti pengguna jalan nya aja yang kurang teratur menggunakan jalan -_-

  6. Setiap kebijakan memang mengandung kontroversi, dan kalau mau berhasil harus didukung bertahun2 asal jelas target dan strateginya, memang ngatasin macet jakarta TIDAK bisa INSTAN, kecuali tutup ATPM / Dealer dll atau dibatasi penjualannya, he he he….

    paling praktis ya bikin bensin 50rb per liter, atau harga kendaraan semua dikali 3ūüėÄ, daaan diimbangi pembangunan transportasi massal TIADA HENTI (liat S’pore). baru maknyus…

    intinya paksa masyarakat tinggalin kendaraan pribadi dan beralih ke umum… kalo umum enak, ngapain bawa mobil lagi? contoh ontime, nyaman, aman, murah, semua rute terjangkau, dan dapat diandalkan (contoh lagi S’pore) itu akan sendirinya beralih ke transport publik.

  7. kalau begini ngga perlu jokowi..anak SD aja disuruh jadi gubernur suruh hari senin mobil warna merah aja keluar, selasa kuning aja, rabu hijau…biar kayak lagu pelangi. Ganjil-genap bisa kurangin kemacetan, tapi bikin susah orang. Mendingan gue ngantor macet2an spt sekarang daripada naik busway yang jadwalnya ngga teratur, desek2an, bau sumpek. Jokowi naik angkutan umum lagi kampanye aja kali yah? sekarang2 enak naik landcruiser pake forider…coba deh tiap hari naik angkutan umum..

  8. tukang plat bakal laku nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: