Monthly Archives: Juni 2012

Di PRJ Parkir Khusus Shogun dan RX-King ternyata masih ada!

Emangnya cuma motor 250cc keatas doang yg bisa punya parkiran khusus? :mrgreen:

Setelah sekian lama dihelat, akhirnya hari selasa kemarin ane menyempatkan diri untuk mampir ke Pekan Raya Jakarta (PRJ). Jujur saja, sekian tahun menetap di Jakarta tapi kemarin itu adalah kali pertama ane datang ke PRJ, norak yeee :mrgreen:. Yang unik dari kesempatan pertama ane menyambangi PRJ kemarin itu adalah keberadaan parkir khusus Suzuki Shogun dan Yamaha RX-King di PRJ. Walahhh, ane pikir parkir khusus Shogun dan RX-King udah gak ada lagi, ternyata masih ada toh :D.

Read the rest of this entry

Iklan

Selamat Jalan Giri Suseno Hadihardjono

Para penggiat keselamatan jalan dan mereka yang perduli akan kondisi tranportasi di negeri ini tengah berduka. Di tengah karut marutnya permasalahan dalam dunia transportasi dan keselamatan jalan yang semakin menjadi rabu sore ini kita telah kehilangan salah satu putra bangsa yang memiliki peran besar dalam dunia transportasi Indonesia.  Rabu pukul 17.08 WIB mantan Menteri Perhubungan Giri Suseno Hadihardjono meninggal dunia di usia 71 tahun setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Sebelumnya beliau memang diketahui menderita sakit kanker paru dan tulang sejak lama.

Read the rest of this entry

Kala Ruang Publik Semakin Minim, Anak-anak pun Kehilangan Tempat Bermain

Ngintip bocah-bocah lagi maeennn

Jumat sore ini sama saja dengan hari-hari sebelumnya, rutinitas tidur siang ane lagi-lagi terusik oleh suara cekikikan anak-anak kecil di depan kamar kost ane. Yah, suara gaduh khas anak-anak itu laksana “alarm” yang selalu sukses membangunkan ane setiap tidur siang, yah bagus juga sih… daripada tidur siang ane kebablasan terus sampe magrib :mrgreen:. Hampir setiap sore (kadang siang dan pagi hari juga) ruang kosong berukuran 4 x 8 meter di depan kamar kost ane memang selalu jadi arena bermain bagi anak-anak yang tinggal di sekitar rumah kost ane di Rawamangun. Apakah mengganggu? kalo boleh jujur sih tentu saja mengganggu, berisiknya minta ampun masbro :mrgreen:. Namun meskipun berisik dan mengganggu, tidak tega rasanya untuk mengusir mereka. Jadi ya ane biarkan saja mereka bermain, paling ane cuma sesekali mengingatkan mereka untuk hati-hati, supaya gak nyenggol FZ-226 tercintah yang nangkring di depan kamar :mrgreen:.

Read the rest of this entry

Bocorrrr besarrrr!!! Lebih dahsyat ketimbang Teralis! Produk terbaru Honda yang siap meluncur duluan!!!

Ini dia Honda Jet F3! Pesawat canggih karya Honda yang kabarnya telah sukses melakukan Uji Terbang!! Siap meluncurrr…. ke Angkasaa… Ada yang mau beli? :mrgreen:

Yang pengen liat motor baru… Sory yee kalo kecele, di judul ane ga bilang motor khan? :mrgreen:

Buat yang penasaran sama Honda Jet F3 monggo KLIK :mrgreen:

Menikmati Sepeda Motor, Sampai Kapan?

Bagi sebagian besar orang di Indonesia motor terkadang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidupnya. Yup, ditengah kebobrokan transportasi publik dan karut marutnya situasi berlalulintas yang melanda republik ini maka sepeda motor menjadi tumpuan sebagian besar masyarakat dalam melaksanakan mobilitasnya. Lantas bagaimana sepeda motor menurut saya? Jujur saja, sebagai pencinta sepeda motor saya merasa beruntung karena bagi saya sepeda motor bukanlah sarana mobilitas atau alat transportasi yang utama. Kenapa? Karena saya beruntung memiliki aktivitas sehari-hari yang tidak jauh dari tempat tinggal, jadi ya mondar-mandir jalan kaki ae :mrgreen:.

Sepeda motor ada dimana-mana, dimana-mana ada sepeda motor :mrgreen:

Lho? Katanya cinta sama motor kok seneng sehari-hari jalan kaki? Buat saya yang penting dari berkendara sepeda motor itu bukanlah kuantitasnya, tapi kualitasnya :D. Menurut saya akan menjadi sangat menyebalkan jika sepeda motor yang saya cintai itu justru jadi sumber stress manakala saya harus memacunya setiap hari menembus belantara kemacetan Jakarta, buat saya sih gak ada nikmatnya :mrgreen:. Pernah saya coba menghitung, motor yang saya miliki saat ini rata2 dalam seminggu hanya memiliki jarak tempuh120an kilometer saja. Adapun 80an kilometer diantaranya adalah hasil dari rutinitas tiap akhir pekan, yakni pulang ke rumah orang tua di Tangerang tiap sabtu malam dan balik lagi ke tempat kost di Rawamangun pada minggu malam. Dengan kata lain dari senin sampai jumat motor dipakai gak lebih dari 40an kilometer saja, karena motor dipake cuma buat kalau ada keperluan tertentu saja (seperti kopdar bersama orang2 stress di OBI :mrgreen: ) dan itupun untungnya seringkali di malam hari. Kok beruntung di malam hari? karena saat itu traffick jakarta sudah tidak terlalu “beringas” jadi kenikmatan berkendara masih bisa saya dapatkan :D.

Motor saya ini lebih sering nangkring di parkiran Rumah Kost ketimbang mengaspal di jalanan Jakarta :mrgreen:

Well, sekarang sih saya masih bisa berucap syukur alhamdulillah karena masih memiliki kesempatan untuk menikmati berkendara sepeda motor. Namun didalam benak saya muncul kekhawatiran, jika Tuhan mengizinkan maka saya berharap masih bisa hidup lebih lama lagi, dan saya tentu tidak mengetahui akan seperti apa masa depan bukan? Siapa tahu kelak saya akan berhadapan dengan keharusan untuk melakukan aktivitas dan mobilitas yang jauh dari tempat saya tinggal. Saat itu terjadi, saya berharap bisa menggunakan  transportasi publik (yang semoga nantinya semakin memadai) sehingga saya bisa menggunakannya dan lagi-lagi tidak perlu mengendarai motor untuk beraktivitas sehari-hari. Dengan begitu maka kualitas dan kenikmatan saya saat berkendara motor tidak perlu tercederai dengan stress menghadapi karut marutnya lalulintas ibukota.

Saya tentunya berharap kelak transportasi publik di negeri ini bisa semakin aman, nyaman dan terjangkau. Dengan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau  maka tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sepeda motor dapat berkurang. Masyarakat tentu masih akan tetap memiliki sepeda motor, namun dengan keberadaan transportasi publik yang memadai maka masyarakat memiliki moda transportasi alternatif dalam melakukan mobilitas, tanpa perlu capek, tanpa perlu stress. Biarlah sepeda motor cukup menjadi sarana “rekreasi” semata. Yup, seperti di Jepang saja… mereka tetap punya motor dan mobil tapi sehari-hari tetap naik kereta atau bus. Haruskah kondisi seperti di Jepang tersebut sekedar menjadi mimpi belaka untuk Indonesia? Semoga tidak 🙂

Sebuah Tinjauan Singkat Terkait Kriminalitas di Jalan Raya

Jika kita mau sedikit mengarahkan perhatian kita, maka kita akan menemukan bahwa berita terkait kriminalitas di jalan raya nyaris tak pernah luput menghiasi koran-koran ibukota maupun tayangan berita kriminal di televisi. Kriminalitas di jalan raya sesungguhnya bukanlah hal yang baru, mengingat kriminalitas itu  sendiri merupakan konsekuensi logis dari kondisi bermasyarakat kita yang majemuk jika dilihat dari sudut pandang sosial-ekonomi. Kriminalitas sendiri sesungguhnya adalah kanker dalam tubuh masyarakat yang jika dibiarkan maka ia akan menjadi semakin ganas dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karenanya, menjadi sebuah hal yang menyedihkan manakala pemberitaan akan tindak kriminal justru semakin meningkat setiap harinya.

Kriminalitas memiliki akar yang beragam, namun tidak dapat dipungkiri bahwa memburuknya tingkat kesejahteraan sebagian masyarakat berperan besar dalam meningkatnya angka kriminalitas. Tindak kriminal sendiri memiliki beragam bentuk dalam “eksekusinya”, namun menjadi sebuah fenomena tersendiri manakala jalan raya kian hari semakin menjadi pilihan utama bagi para pelaku tindak kriminal dalam menjalankan aksinya. Tindak kriminalitas di jalan raya antara lain terwujud dalam aksi perampokan, perampasan kendaraan, maupun aksi-aksi lainnya yang tak jarang merenggut nyawa korban.

Memahami kriminalitas di jalan raya, kita tidak bisa sepenuhnya menjadikan kemiskinan maupun kondisi sosial-ekonomi sebagai penyebab tunggal. Asumsi tersebut didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar jalan raya di Indonesia belum cukup memadai dalam menjamin keamanan pengguna jalan dari bahaya kriminalitas. Kita ketahui bahwa infrastruktur vital seperti lampu penerangan yang layak saja masih tidak tersedia di sebagian ruas jalan. Minimnya infrastruktur jalan biasanya ditemukan di jalan yang berada diwilayah sub-urban dan jauh dari keramaian, padahal kita ketahui bahwa kawasan yang gelap dan sepi adalah lokasi favorit dari pelaku tindak kriminal. Infrastruktur yang tidak memadai ini ditambah dengan minimnya ketersediaan aparat terkait dalam menjamin keamanan di daerahnya, jangankan melindungi masyarakat dari tindak kriminal, aparat yang tersedia saat ini pun masih sulit untuk mengendalikan daerahnya dari pelaku pelanggaran lalulintas.

Lantas, bagaimana kita menyikapi potensi kriminalitas di jalan raya? Selain pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana jalan yang memadai maka kita selaku pengguna jalan juga sudah sepatutnya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara. Adalah benar asumsi yang menyatakan bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja selama ada kesempatan. Atas dasar tersebut, hendaknya kita bisa memilih waktu yang tepat untuk berkendara dan menghindari waktu dan wilayah yang memiliki potensi terjadinya tindak kriminalitas.

Mukhammad Azdi

Taat Aturan dan Naik Transportasi Publik ala Seohyun SNSD

SNSD. Dari kiri kekanan: Tiffany, Sunny, Taeyeon, Yuri, Yoona, SEOHYUN, Jessica, Hyoyeon, Soo Young. Awas jangan ketuker :mrgreen:

Bagi mereka yang sedang terjangkit demam K-Pop pasti kenal dengan SNSD atau Girls Generation, girlband yang digadang-gadang sebagai nomor satu di Asia :D. Jujur saja ane sendiri tidak terlalu demen-demen banget sama K-Pop tapi kualitas dance dan vokal yang yahud ditambah wajah yang imut2 sukses bikin ane kepincut sama SNSD, padahal tadinya ane ini termasuk metalhead  lho :mrgreen:. Tapi disini ane ga mau bahas soal musikalitas mereka, kalo mau cari itu monggo lirik deretan BOTD wordpress, selain diisi blog otomotif  biasanya ya BOTD penuh dengan blog-blog soal K-pop, kalo enggak ya blog-blog togel :mrgreen:.

Seohyun, populer, unyu, punya suara merdu, taat aturan, dan gemar naik transportasi publik! Perfecto!! 😀

Disini ane tertarik dengan member termuda SNSD yang bernama Seohyun. Selain punya tampang unyu dan suara yang yahud meski manggung tanpa lypsinc, ia juga dikenal sebagai selebritis yang unik. Jika mayoritas selebritis identik dengan “hura-hura”, Seohyun justru dikenal sebagai sosok yang “always follow the rules”. Hal ini dibuktikan dalam serial KBS Star Life, sebuah reality show yang kebetulan sedang mengamati kegiatan sehari-hari SNSD. Dalam reality show tersebut tampak Seohyun dengan segala kepopularitasannya tidak canggung untuk pergi kuliah naik taksi, dan yang luar biasa adalah meski ia duduk di kursi belakang ia tidak pernah lupa untuk menggunakan seatbelt! Ia bahkan menyarankan sang kameramen untuk turut menggunakan seatbelt juga, katanya ia memang sosok yang selalu taat aturan bro, karena pake seatbelt itu wajib katanya :D. Buktinya bisa dilihat di video dibawah ini masbro 😀

Yang unik lagi, dalam video diatas Seohyun juga berujar bahwa jika sedang tidak naik taksi maka ia sering juga menggunakan bus untuk pergi kuliah bersama teman-temannya. Wihhh, status selebritis tidak bikin dia gengsi untuk naik transportasi publik :D. Memang, sama halnya dengan Jepang, mayoritas warga Korea itu demen naik transportasi publik sehari-hari. Ahh, semoga saja transportasi publik disini semakin memadai sehingga semakin banyak orang di Indonesia yang mengikuti jejak Seohyun untuk menggunakan transportasi publik sehari-hari :D. Dari sosok Seohyun ini kita bisa belajar untuk selalu taat aturan dan jangan gengsi untuk naik transportasi publik. Kita juga ketahui bahwa bahaya bisa muncul kapan saja  saat sedang berkendara, oleh karenanya mentaati aturan itu wajib hukumnya, salah satunya ya dengan selalu mengenakan seatbelt kalo lagi didalam mobil, kayak Seohyun :D.

Tidak tertib jadi faktor penyebab kecelakaan yg cukup tinggi, gak pake seatbelt berarti ya tidak tertib. Sumber: nyolong dari eyang Edo :mrgreen:

Bicara soal seatbelt sendiri maka keputusan untuk tidak menggunakannya mengindikasikan perilaku yang tidak tertib. Tidak tertib disini karena menyalahi aturan, dimana memakai seatbelt adalah wajib hukumnya. Di Indonesia sendiri seatbelt wajib digunakan oleh pengendara dan penumpang di kursi depan, namun demi ikhtiar menjaga nyawa titipan Tuhan maka alangkah baiknya jika semua penumpang juga turut menggunakan seatbelt, jangan kalah sama Seohyun :D.

At least, sebagai penutup saya persembahkan video musik terbaru SNSD yang berjudul Paparazzi, cekidot 😀

Buat yang ga demen SNSD, jangan kecewa, ini dia salah satu video musik favorit ane dari Lamb of God, ane masih Metalhead kok, xixixixi :mrgreen:

Antara Wanita Vs. Pria

 

Source: 9gag.com :mrgreen:

Di Tengah Upaya Menciptakan Situasi Berlalulintas yang Aman dan Nyaman, Antara Gagasan Brilian dan Implementasi yang Amburadul

Jum’at lalu, selepas waktu Sholat Jum’at atau tepatnya pukul satu siang saya beserta Edo Rusyanto yang merupakan rekan sekaligus senior saya di RSA tiba di Kantor Kementerian Perhubungan. Hari itu di Kementerian Perhubungan digelar sebuah forum diskusi berjudul “Upaya Melindungi Pengendara Motor dari Kecelakaan di Jalan”. Turut hadir sebagai pembicara adalah Ir. Hotma Simanjuntak selaku Direktur Keselamatan Transportasi Darat, AKBP Katon Pinem dari Kepolisian, serta Gunadi dari AISI. Dalam forum diskusi tersebut dipaparkan beragam analisa dan gagasan terkait situasi berlalulintas yang dihadapi oleh pengendara sepeda motor di Indonesia beserta upaya dalam menekan angka kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda motor.

Suasana Forum

Berbicara mengenai sepeda motor di Indonesia kita akan digiring kepada dua tesis yang saling bertolakbelakang. Di satu sisi sepeda motor berperan besar sebagai sarana mobilitas ekonomi masyarakat, ditengah karut marutnya sistem transportasi Indonesia maka sepeda motor menjadi alternatif bagi masyarakat  akan kebutuhan moda transportasi yang murah. Namun di sisi lain kita juga akan berhadapan dengan kenyataan pahit terkait melayangnya puluhan ribu nyawa pengendara sepeda motor tiap tahunnya, berdasarkan data Kepolisian tercatat 31.185 nyawa melayang sia-sia di jalan raya dan 72% diantaranya adalah pengendara sepeda motor.

Dalam upaya mereduksi angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, Ir. Hotma berujar bahwa gagasan untuk melakukan pembatasan penggunaan sepeda motor masih sulit untuk dilakukan. Hal ini tidak lepas dari pemerintah yang masih gagal dalam menyediakan transportasi publik yang memadai sebagai alternatif dari penggunaan kendaraan pribadi. Adapun pembatasan produksi sebenarnya mungkin saja dilakukan, namun kita akan berhadapan dengan kenyataan bahwa pasar tenaga kerja di Indonesia masih memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap industri otomotif yang sebagian besar dikuasai oleh pihak asing. Upaya yang mungkin dan sepatutnya segera diimplementasikan adalah peningkatan pelayanan angkutan umun, penegakan hukum, dan peningkatan aspek teknis keselamatan dari sepeda motor itu sendiri

Berbicara mengenai konsep keselamatan jalan dan transportasi publik rasanya bangsa ini sudah kenyang dengan sekian banyak konsep dan gagasan brilian yang di tawarkan. Sayangnya hampir semuanya seolah impoten, gagasan yang berakhir hanya sebagai gagasan pula, tanpa implementasi yang nyata. Ketika sesi tanya jawab dibuka dan saya bertanya terkait apa saja implementasi yang akan segera dilaksanakan dalam upaya menekan angka kecelakaan pesepeda motor, jawaban yang muncul dari para pembicara cenderung homogen. Apa yang dipaparkan tidak jauh dari sulitnya koordinasi antar stakeholder dan political will yang lemah. Padahal dalam RUNKJ atau Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan terdapat spirit koordinasi antar stakeholder, namun tampaknya setiap pihak yang terkait dalam ranah transportasi dan berlalulintas di negeri ini masih gemar saling lempar tanggung jawab.

Tanpa adanya leadership, political will yang mumpuni, dan koordinasi yang baik antara tiap stakeholder, maka tidak heran jika setiap gagasan brilian yang muncul sulit untuk diimplementasikan secara efektif. Rakyat tidak butuh seminar, tidak mengerti forum, dan lelah dengan diskusi yang sebatas retorika semu, yang rakyat butuhkan adalah tindakany nyata. Disaat setiap harinya sekian banyak pengguna jalan mempertaruhkan nyawa, tindakan nyata yang diharapkan dapat menciptakan kondisi berlalulintas dan berkendara yang aman dan nyaman tak kunjung terwujud. Ironis namun empiris, sampai kapan?

Mukhammad Azdi

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Framing Life, Capturing Souls

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Berjalan Dari Satu Takdir Menuju Takdir Yang Lain

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog