Iritnya motor2 matic terbaru Sebenarnya Bisa Jadi Hal yang Percuma…

Ngomongin soal motor baru, selain performa dan fitur maka konsumsi bbm selalu jadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Ya memang sangatlah manusiawi jika banyak orang yang menginginkan motor dengan konsumsi bbm yang irit. Belum lama ini muncul trend dimana motor matic yang baru dilaunching menjadikan kata “irit” sebagai jargon utamanya. Tujuan pabrikan sudah jelas adalah untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Indonesia sebagai negara dengan pendapatan perkapita yang rendah dan belum memiliki sarana transportasi publik yang memadai adalah sasaran empuk bagi distribusi penjualan motor berjargon irit. Bicara soal konsumsi bbm maka ada dua aspek penting terkait hal tersebut, pertama adalah apakah motornya memang irit dan bagaimana cara berkendara kita. Ngomongin soal motor jujur ane gak faham soal seberapa irit motor2 matic yang keluar belakangan ini. Pabrikan memang bisa saja mengklaim irit, namanya juga lagi ngiklan:mrgreen: . Test keiritan melalui media online maupun blogger yang diselenggarakan pabrikan pun patut dipertanyakan, karena biasanya motor yang dikasih pabrikan untuk sesi testride sudah di “tune” sedemikian rupa, rahasia umum lah:mrgreen: .

Kalo kayak gini jalannya sih, yaaa gitu deh:mrgreen:

Ironisnya, kondisi jalanan di banyak kota besar saat ini justru bikin konsumsi bbm motor yg irit jadi percuma. Lho kok gitu? Okelah motornya memang irit, meskipun itu masih “katanya”:mrgreen:, namun jangan lupa bahwa tingkat keiritan motor juga amat dipengaruhi oleh cara berkendara dari si empunya motor. Teknik berkendara yang irit atau lebih dikenal dengan istilah econo riding adalah teknik berkendara yang bertujuan untuk mengefisiensikan konsumsi bbm. Sebagai contoh dari econo riding adalah tidak membetot gas sejadi-jadinya, menghindari kitiran rpm yang terlalu tinggi, dsb. Sayangnya kemacetan yang semakin parah di banyak kota besar memaksa pengendara motor untuk stop and go, ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngegas-ngerem-ngelamun-ngegas lagi kayanya sudah biasa dilakukan klo lagi macet:mrgreen: . Nah disinilah mesin dipaksa meraung di rpm rendah sesering mungkin hanya untuk tiap beberapa meter, disaat macet tidak bergerakpun mesin  motor tetap menyala, makanya bensinpun mengucur ke ruang bakar, boros deh. Jadi sebenernya agak percuma punya motor irit kalo kondisi jalan makin macet dan semrawut, ujung2nya tetap saja harus keluar kocek lebih buat beli bbm. Oleh karenanya sudah seharusnya transportasi publik yang memadai dan terjangkau lekas diciptakan untuk masyarakat, dengan begitu kemacetan di jalan bisa diminimalisir. Bahkan kalau perlu nantinya kita ga harus naik motor sehari-hari lagi, kalo ada transportasi umum yang nyaman dan murah kenapa harus capek2 naik motor kan?😀

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on Februari 29, 2012, in Motorcycle Stuff, News and Opinion and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. tapi itu semua tidak mengurangi minat para pemotor mengendarai motornya, dengan semakin banyaknya berbagi tentang cara berkendara yang irit BBM, para pengendara tersebut akan mudah mendapati bahwa tunggangannya memang irit dan efisien (daripada naik angkot, yang udah lama, panas, gak aman pula:mrgreen: )

  2. Ini artikelnya ngekor artikel si benny ya? Baca juga artikel mbah dukun tentang keiritan motor, netral dan lebih objektif.
    http://indobikermags.com/2012/02/29/klaim-konsumsi-bbm-bisa-sama-dengan-pabrikan-bisa-juga-beda-total-banyak-faktor/

  3. yah…lumayan daripada tidak ngirit…alias rajin masuk pom bensin…..

  4. yg diuntgkan ad konsumen kyak ane yg tinggal d dsa..mas..
    sangat terasa skali dampakny kalo make mtor irit bbm ktimbang yg lbh ngowos
    kalo sampean d daerah yg akrab dngan kmacetan emang sdkit aja ngefeknya..mtor sering kjebak macet selain lbh boros bbm,usia mesin jd lbh pndk krna kerja lbh keras d suhu yg lbh tinggi..
    so mungkin pabrikan ingn menggali potensi pnjualan d daerah2 non kota besar yg tdak knal macet..hehe

    • Setuju mas, harusnya penjualan di kota besar dibatasi, klo desa yg masih membutuhkan ya gapapa🙂

    • untuk daerah pedesaan selain irit juga poer yg besar, soalnya dipakai untuk daerah perbukitan dan terkadang bawa muatan banyak spt yg pulang dr pasar atau angkut hasil panen.
      sekali lagi kenceng dan top speed bukan lagi hal utama tp tenaga badak dan irit itu pasti!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: