Dampak psikologis motor dengan striping racing, adakah bahayanya?

CBR 150 ala Repsol

Belum lama ini dapat kabar dari kawan maupun dari jagat blogosphere bahwa AHM akan segera merilis Striping baru Honda CBR150. Namun striping bukan sembarang striping, kali ini CBR 150 dikemas dengan corak repsol honda. Siapa sih yang ga kenal dengan repsol honda? Tim balap moto gp ini sudah banyak melahirkan juara dunia moto gp, mulai dari Mick Doohan, Rossi, sampai Stoner. Striping baru ini adalah salah satu strategi marketing AHM dalam menarik calon konsumen agar tertarik dengan produknya. Sudah jelas AHM berharap dengan striping baru jalanan makin penuh dengan motor dagangannya, wih macet dong?:mrgreen:. Strategi ganti striping sudah jamak dilakukan pabrikan motor, ini adalah salah satu upaya refreshment produk tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Dilihat dari sisi bisnis ini adalah strategi yang menguntungkan, namun bagi konsumen sih belum tentu. Apalagi kalau hanya dengan modal ganti striping harga motor tersebut naik, padahal tidak ada refreshment di sektor lain, ini jelas merugikan konsumen (meski kadang konsumennya juga ga sadar:mrgreen: )

salah satu motor balap suzuki, coraknya identik dengan FXR khan?😀

Oke cukup segitu pembukanya, lanjutttt:mrgreen: . Ngomongin soal striping racing, ane melihat adanya potensi psikologis terhadap konsumen. Striping racing seperti Repsol Honda di CBR15O, atau pada suzuki FXR150 dulu jelas menyasar mereka yang doyan tampil racy (terlihat kaya pembalap) atau mungkin sok racy:mrgreen: . Dalam disiplin ilmu Sosiologi terdapat konsep sugesti dan imitasi sosial. Sugesti adalah upaya untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan tertentu. Dalam hal ini striping racing akan mensugesti calon konsumen bahwa motor mereka adalah motor yang racy, meskipun ya belum tentu juga mesin motornya racy:mrgreen: . Adapun imitasi sosial adalah upaya seseorang untuk meniru sosok tertentu yang biasanya mereka idolakan. Dalam konteks ini konsumen yang memilih motor berstriping racing sedang berupaya untuk meniru sosok yang diidolakan. Misal ketika seseorang membeli CBR150 Repsol karena ngefans sama stoner atau dengan tim Repsol Hondanya itu sendiri. Celakanya imitasi sosial itu juga dapat terwujud dalam cara seseorang berkendara. Misal karena mengendarai CBR 150 Repsol seseorang bisa saja terdorong untuk meniru riding style Casey Stoner di jalanan. Atau ketika pengendara Suzuki FXR merasa dirinya adalah Kenny Roberts Jr.  Maka cara berkendara ala pembalap pun bisa saja diterapkan di jalan, apalagi kalo motor berstriping racy tersebut jatuh ke tangan bangsa alay nan labil bin galau yang banyak bertebaran di negeri ini. Suram….:mrgreen:

F1ZR Caltex, motor boleh mbebek, sing penting gayane racing:mrgreen:

Oleh karenanya, menurut ane yang awam ini ketimbang pabrikan bikin motor berstriping racing lebih baik lakukan improvement nyata terhadap produk mereka. Misal menambahkan lampu projektor yang terang tapi tidak silau, penambahan fitur, atau perbaikan di sektor lainnya. Dengan improvement nyata seperti itu maka harga naik pun ga masalah, wong kualitas dan fitur saja naik, win-win solution kan? Lain soal kalu pabrikan mau serakah ngeruk untung:mrgreen: . Dan kalau mau tetap menyediakan motor berstriping racing, hendaknya diimbangi dengan pemberian edukasi bahwa motor mereka hanya tampilannya saja yang racing, jadi jangan sok-sokan jadi pembalap di jalan raya dengan motor tersebut. Apalagi kalau ternyata spesifikasi motor mereka itu kencang pun tidak, kasian:mrgreen: . Apakah sudah ada pabrikan yang melakukan edukasi terkait hal tersebut? kayaknya belum ada:mrgreen: .

Sumber gambar: google:mrgreen:

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on Februari 16, 2012, in Motorcycle Stuff, News and Opinion and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. betul..wah pada ga ada yang komen???aneh nya kok orang” pada menginginkan motor sport murmer tp ujung”nya mau dimodif ingin lebih kencang?rela sampai mengeluarkan pulihan juta demi motor commuter tersayang…sbnrya salah dr dulu nya mas knp ya di indonesia ngeluarin motor bebek?toh bakal celaka apalagi di iringi style yg amburadul….trus skrg banyak motor baru,mtor lama mau dikemanain?perilaku menyimpang sosial ini lah yg memicu terjadi kecelakaan…kl di jerman,orang” justru enggan memiliki

  2. betul..wah pada ga ada yang komen???aneh nya kok orang” pada menginginkan motor sport murmer tp ujung”nya mau dimodif ingin lebih kencang?rela sampai mengeluarkan pulihan juta demi motor commuter tersayang…sbnrya salah dr dulu nya mas knp ya di indonesia ngeluarin motor bebek?toh bakal celaka apalagi di iringi style yg amburadul.trus skrg banyak motor baru,mtor lama mau di kemanain?perilaku menyimpang sosial ini lah yg memicu terjadi kecelakaan…kl di jerman,orang” justru enggan memiliki kendaraan dan memilih kendaraan masal..salute juga..dan terlebih bila jumlah kendaraan melampaui batas.maka kecelakaan potensi nya lebih besar…..go green batal di laksanakan…..ayo jd masyarakat cerdas

    • mungkin blum pada bangun om, lagian blog butut, maklum klo sepi komen, hihihihi:mrgreen:
      pemerintah jerman disana serius mengembangkan transportasi publik om, dan masyarakatnya pun cukup teredukasi dengan baik untuk memilih naik angkutum sehari-hari. Kalo disini pemerintah masih sibuk nerima fulus2 rembes dari pabrikan kayanya:mrgreen:

  3. dilema memang, ayo ngupi ae mas..
    mata masih sepet🙂

  4. bener. karena memang ad korealasi antara ajang balapan dg bisnis komersil..

  5. bener juragan, secara ane yang masi muda ini (hehe…) sensasi bwa motor stiker biasa ama yang sok racing pasti ada bedanya…mesti dikit.
    mungkin yang pernah nyoba, jdi pengen ngebuuuuttt aja.
    thus, di sini pentingnya blogger kayak juragan bwt ngedukasi (ceileehh, bahasane….), cz kalo nunggu pabrik’an yo lamaaa, ato ga kedengeran, lah yang penting jualan laku..CMIIW

  6. wkwkwkwkwk…. lebay amat…. apakah ada datanya motor dengan stripping racing memiliki angka kecelakaan paling tinggi…. ane pernah pake motor dengan livery ala motogp… yg cukup LANGKA deh di jakarta…. bukan masalah kencangnya…. tapi menjadi eye cathing dijalanan… meski motornya motor jadul…. contoh dilampu merah semua mata tertuju ke motor ane… bahkan penunggang motor yg harganya 2x lipat gak melepaskan pandangan ke motor ane…. gak perlu ngebut pun…. dah jadi pusat perhatian….

    malah males pengen ngebut…. takut celaka …. baret2 catnya…. orang biaya catnya aja abis 8 juta….. hehehee

  7. pabrikan biasanya ngeluarin livery motogp biasanya buat celebrasi kemenangan… seperti halnya FXR untuk “celebrasi” kemenangan Kenny roberts jr…. cbr150 pun pernah keluar versi repsol untuk celebrasi nicky hayden…. dan terakhir casey stoner….

    namun ada juga yg berbeda seperti celebrasi 50thnya yamaha dengan livery merah putih…. atau yg terakhir livery san carlo di CBR1000RR untuk mengenang dan mendonasikan sebagian hasil penjualan untuk Marco Simoncelli foundation….

    jadi memang banyak kepentingan pabrikan untuk mengeluarkan livery special mereka….
    jadi gak selalu negatif kan… toh pilihan ada di konsumen mau beli atau tidak terserah yg punya duit…. karena bagi konsumen ini adalah selera… ada yg suka polos…. ada yang suka eye cathing…. anda gak bisa mengarahkan selera…. dan produsen hanya menjembatani keinginan konsumennya….

    kalu masalah lampu projector…. itu dah masalah lain lagi…. itu masalah fungsi dan utilitas…. bukan masalah selera lagi….

    btw. anda pake baju tiap hari kaos warna putih…. dan semua orang memakai yang sama…. bosan kah? menarik kah?….. tapi kalu selera anda seperti itu…. terserah laaaaa… hehehe

    • lha emang saya bilang ga boleh? saya itu hanya menyarankan masbro…
      supaya pabrikan jangan maunya cri untung saza
      lebay? ya sah aja klo tulisan ane dibilang lebay, itung2 buat jd penyeimbang, ada yg nulis memihat atpm, nah ane bagian mengkritiknya, hihihi:mrgreen:

  8. kuatir nanti pake livery orens item trus niru gaya rear wheel sliding stoner dijamin——-> makan aspal,nice opinion mas bro

  9. Mtr stripping racing apapun klu lht ninja rr gak pke bju bkalan diam.

  10. om tapi saya ga salah kan om kalo saya punya uang dari keringet sendiri trus beli cibi repsi itu hiks hiks mau nangis nih, kenapa sih duit2 sendiri kok ga boleh beli

  11. @bro eski, kalo motor striping racingnya itu cbr 1000 repsol edition, ninja rr yg ga pake baju tadi masih bisa ngaceng ga om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: