Romantika Bikers : Antara Saya dan Black Jagur

Pada suatu masa, ketika ane masih alay:mrgreen:

Well, sudah lama rasanya ingin merilis curhatan ini, namun apadaya karena sibuk (atau sok sibuk:mrgreen: ) akhirnya tulisan ini baru sekarang dirilis😀 . Tulisan ane kali ini terkait dengan cinta motor pertama ane yang ane namai Black Jagur, Black karena warna di STNK tertulis hitam, dan Jagur adalah singkatan dari jarang diguyur alias jarang dicuci:mrgreen: . Black Jagur pada dasarnya adalah sebuah Yamaha Vega R rakitan 2oo4 yang dibelikan oleh orangtua ane di tahun yang sama pada tanggal 14 Januari pukul 2 siang di sebuah dealer Yamaha di Tangerang. Motor ini dibelikan oleh orang tua ane ketika ane masih kelas 3 SLTP dengan alasan supaya ane terpacu untuk bisa masuk ke SMA favorit. Sama seperti masyarakat pada umumnya orangtua ane saat itu belum begitu memahami betapa bahayanya seorang anak dibawah umur ketika diberikan sebuah benda bernama motor. Dengan usia yang saat itu masih sekitar 14 tahun, jelas ane tidak memiliki SIM dan menjadi seorang bikers illegal di jalan raya.

Seiring waktu berjalan maka skenario buruk pun terjadi, begitu ane SMA ane mulai keranjingan dengan yang namanya korek motor dan sering nongkrong di arena balap liar. Tercatat saat itu ubahan yang sempat ane lakukan di Black Jagur adalah pasang girbox Yamaha X1-R Thailand, oversize 50, jetting karburator, knalpot rakitan yang berisik minta ampun, sampai pemasangan sockbreaker depan Yamaha RX-King beserta setang jepit dan body yang terondol. Ubahan mesin memang tidak terlalu ekstrim untuk ukuran motor balap liar, namun cukup menguras kantong untuk ukuran seorang anak SMA yang masih merengek minta jajan pada orangtua. Dilihat dari penampilan motor pun Black Jagur saat itu sudah dapat dinyatakan sebagai sebuah motor alay! Belum lagi ane kemana2 lebih sering menggunakan helm cetok, kadang malah tanpa helm sama sekali, apalagi kepikiran buat pake safety gear! jelas ane adalah sealay-alaynya bikers alay saat itu:mrgreen: .

Selama periode suram tersebut entah berapa kali ane harus kejar-kejaran dengan polisi yang menggerebek lokasi balap liar, mengendap-endap di jalanan agar tak terkena tilang, sampai jumpalitan nyusruk aspal karena riding style yang luar biasa seruntulan. Sampai suatu saat ane terlibat kecelakaan tunggal akibat ban depan meledak saat melakukan cornering, diduga ban meledak saat itu karena compon ban sudah tipis, tekanan angin yang kurang, dan cornering yang terlalu memaksakan diri. Tercatat saat itu kondisi Black Jagur begitu menyedihkan, shock depan melengking, segitiga patah, batok lampu Honda Nova Dash yang ane pasang di Black Jagur remuk, sampai body yang pecah, alhamdulillah Tuhan masih memberikan keselamatan buat ane, ane cuma keseleo kaki saja.

Dengan kejadian itu pun Abah (panggilan ane buat bapak) marah bukan kepalang karena ane menggunakan motor yang ia belikan untuk hal yang tidak terpuji dan membahayakan. Sejak saat itu Black Jagur pun lebih banyak “ngejogrok” di prakiran rumah tanpa tersentuh. Dan kemudian Abah ane membelikan sebuah Yamaha Scorpio Z sebagai pengganti Black Jagur, dengan catatan ane gak akan korek motor dan seruntulan bawa motor lagi (tulisan tentang Scorpio akan dirilis terpisah😀 ). Alhamdulillah saat itu usia ane pun sudah cukup untuk memiliki SIM resmi.

Lama melihat Black Jagur terkapar tak berdaya di parkiran tanpa tersentuh membuat ane iba, bagaimanapun ia adalah motor pertama ane, ia yang meperkenalkan ane terhadap kecintaan akan sebuah sepeda motor. Akhirnya ane pun memberanikan diri untuk membangun ulang Black Jagur, namun kali ini bukan untuk kebut2an perubahan yang ane lakukan sebatas penampilan dan estetika. Melihat ane yang sudah lepas dari dunia “bejek gas” maka Abah pun mengizinkan. Saat itu tercatat rubahan yang ane lakukan adalah standarisasi mesin, ganti body secara keseluruhan dengan body Yamaha Jupiter Z, penggunaan Headlamp Yamaha Mio custom yang sudah memiliki lampu sein, pemasangan takometer dan fuelmeter digital, pemasangan velg alumunium Ride It (ukuran standar), sampai instalasi cakram depan Kawasaki Ninja.

Black Jagur dengan Body Jupiter, Headlamp Mio, dan cakram Ninja😀

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, beberapa bulan setelah motor terlihat tampan (menurut ane :mrgeen: ) Black Jagur terlibat insiden lagi, kali ini adik ane adalah pelaku sekaligus korban😦 . Black Jagur ditabrakkan ke tembok oleh adik ane yang tidak mampu mengendalikan motor karena membawa barang berat di plastik kresek yang ditautkan ke setang, duh😦 . Maka bagian depan motor pun remuk tidak karuan, alhamdulillah Adek ane saat itu hanya mengalami luka kecil. Sejak saat itu ane putuskan untuk melakukan standarisasi total terhadap Black Jagur, semua modifikasi yang ane pasang di Black Jagur ane kembalikan kepada standarnya kecuali velg yang masih menggunakan Ride It. Black Jagur pun akhirnya kembali menjadi Yamaha Vega R standar dengan kelengkapan berkendara yang lengkap🙂 .

Kondisi Black Jagur saat ini, foto bareng Blue Scouzie (Scorpio Ane)😀

Harus diakui dengan postur ane saat ini dengan tinggi 183cm dan bobot yang entah berapa (malas nimbang:mrgreen: ) Black Jagur jelas sudah tidak proporsional lagi untuk dikendarai oleh ane. Postur ane sudah jauh berubah, saat ini ane bukan lagi bocah SMP berusia 14 tahun:mrgreen: , saat ini ane pun lebih sering menggunakan Yamaha Scorpio Z sebagai motor sehari-hari. Black Jagur hanya dipakai sewaktu-waktu agar mesin 11occ nya tidak rusak. Namun kecintaan terhadap Black Jagur sejatinya tak pernah luntur, ia tetap motor pertama ane, motor yang mengenalkan ane dengan suka duka menjadi pemotor, entah sudah berapa boncenger yang duduk di jok belakangnya, mulai dari boncenger biasa sampai boncenger yang “spesial”😀 . Kesemua alasan tersebut membuat ane amat sangat berat jika diminta untuk menjual Black Jagur, terlalu banyak kenangan dengan motor ini, suka dan duka dilalui bersama, kami sesat bersama dan insyaf pun bersama. Terimakasih sudah menemaniku selama delapan tahun ini duhai Black Jagur, I will Always Love You🙂 .

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on Februari 10, 2012, in Motorcycle Stuff, News and Opinion and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Joan 'Sky' Aviantara

    Ck.. ck.. ck..

    Anak nakal..
    😀

  2. Bro, di UNJ jurusan sastra ya…? hehe

  3. pengalamannya mirip tetapi lakon dalam cerita adalah yamaha crypton 97

  1. Ping-balik: Saya, Black Jagur, dan Balada motor keren « Sociusrider.wordpress.com

  2. Ping-balik: Kalau motor sendiri masih bisa di optimalkan, kenapa harus beli motor baru? « Sociusrider.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: