Rules-Skill-Attitude Sebagai Upaya Adaptasi Terhadap Situasi Berkendara yang Berbahaya

Situasi berlalulintas di Indonesia dapat diibaratkan seperti sebuah “medan perang. Hal ini dikarenakan kondisi berlalulintas di negara kita sudah merenggut begitu banyak korban sebagai akibat dari buruknya sistem transportasi yang disertai dengan ketidakmampuan pengguna jalan dalam beradaptasi dengan situasi tersebut. Jalan raya yang menjadi tempat dimana kita berkendara juga menjadi arena persaingan atau kontestasi dengan sesama pengguna jalan yang lain. Persaingan tersebut meliputi perebutan space atau ruang di jalan raya yang kian hari semakin terasa sempit, terkait dengan hal ini maka diperlukan proses adaptasi terhadap situasi berlalulintas yang kita lalui. Sebagai bagian tak terpisahkan dari proses adaptasi tersebut maka pemahaman dan pelaksanaan dari Rules, Skill, dan Attitude menjadi penting sebagai “senjata” bagi setiap pengguna kendaraan dalam bertahan di medan perang yang kita arungi.

Are you ready for war?:mrgreen:

Kenyataan yang kita hadapi di negeri ini seringkali memaksa kita untuk mengarungi “medan perang” dengan kendaraan pribadi kita. Selain memiliki potensi bahaya yang besar, menggunakan kendaraan pribadi juga membuat kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sebuah motor maupun mobil. Ketika kita digiring ke “medan perang” dan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk itu, yang meraup keuntungan adalah industri otomotif dan lembaga leasing yang hampir semuanya dikuasai oleh pihak asing. Sebuah hal yang ironis di negara tercinta kita ini, saat rakyat bertumbangan di jalanan dan harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi kebutuhan bertransportasi, sekelompok orang justru mereguk untung yang begitu besar dari hal tersebut.

Situasi Berlalulintas yang Dihadapi oleh Pengguna Jalan

Persaingan dalam hal perebutan ruang di jalan raya menjadi hal yang tidak terhindarkan, hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kita tidak sendiri di jalan. Ada pengguna jalan lain disekitar kita yang menggunakan jalur dan waktu yang sama dengan kepentingan dan kemampuan berkendara yang berbeda. Masih banyak di sekitar kita pengendara yang kemampuan berkendaranya sangat rendah maupun karakter berkendaranya sangat buruk dan keduanya dapat menjadi sangat berbahaya bagi kita yang berada di sekitar mereka.

Selain dengan sesama pengendara, kita juga masih harus berebut ruang di jalan dengan elemen transportasi yang lain, semisal angkutan umum dan pejalan kaki. Semakin sempitnya ruang gerak pengguna jalan masih di tambah lagi dengan buruknya kondisi jalan yang sudah tentu akan mengurangi ruang gerak kita dalam berkendara. Dengan menyadari keberadaan mereka kita bisa menyiapkan langkah adaptasi sebagai upaya menghindarkan kita dari bahaya yang dapat disebabkan oleh setiap pengguna jalan yang ada di sekitar kita.

Di luar perebutan ruang gerak di jalan raya, setiap pengguna jalan juga harus menyadari bahwa kita berada dalam sebuah situasi dan kultur transportasi yang masih jauh dari aman dan nyaman. Infrastruktur seperti jalan, rambu lalulintas, hingga ketersediaan transportasi publik yang masih jauh dari memadai. Tidak semua jalan yang kita lalui adalah jalan yang aman, kita masih sering menemukan jalan yang berlubang, licin, tanpa penerangan, dan beragam hal berbahaya lainnya. Situasi ini diperburuk dengan tidak adanya sarana tranportasi publik yang memadai, bahkan megaproyek Monorail di Jakarta pun harus berhenti di tengah jalan.

Rules-Skill-Attitude Sebagai Solusi

Lantas bagaimana kita menyikapi realitas yang kita hadapi sebagai pengguna jalan dan beradaptasi dengan lingkungan berlalulintas yang berbahaya bagi keselamatan kita? Dalam hal ini pemahaman akan aturan (Rules) berlalulintas, kemampuan (skill) berkendara yang baik, dan sikap (Attitude) dalam berkendara dapat menjadi senjata kita untuk bertahan dan selamat dari “medan perang” yang kita lalui. Keseluruhannya dirangkum dalam sebuah segitiga tak terpisahkan, Rules-Skill-Attitude.

Rules - Skill - Attitude

 

Rules atau peraturan berlalulintas tidak dibuat tanpa perhitungan yang matang, ia dibuat guna menciptakan kondisi berlalulintas yang aman dan nyaman. Tidak dilaksanakannya aturan-aturan dalam berlalulintas adalah salah satu faktor utama dari kesemrawutan dalam situasi berlalulintas yang kita lalui. Semakin banyak peraturan berlalulintas yang dilanggar maka kita semakin banyak pula berperan dalam menciptakan “medan perang” yang semakin berbahaya bagi setiap pengguna jalan. Adapun skill atau kemampuan dalam berkendara adalah tingkat penguasaan seorang pengendara dalam menggunakan kendaraanya dengan aman dan nyaman. Tanpa adanya skill yang memadai tentu seorang pengendara tidak akan mampu mengendalikan kendaraannya dengan baik dan akan menjadi satu hal yang berbahaya bagi si pengendara maupun orang lain di sekitarnya.

Yang terakhir dan yang paling penting dari upaya adaptasi pengendara dalam berlalulintas adalah sikap atau attitude. Pemahaman akan peraturan dan kemampuan berkendara yang baik akan percuma jika diiringi dengan sikap berkendara yang buruk. Dalam hal sikap atau attitude ini, kita harus berupaya untuk memiliki sikap berkendara yang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam kajian psikologi sosial kita akan menemukan empat fungsi sikap :

  1. Fungsi penyesuaian diri yang berarti bahwa pengembangan sikap akan membantu kita dalam mencapai tujuan. Tujuan utama kita dalam berkendara adalah selamat sampai di tujuan dan sikap berkendara yang baik akan membantu kita dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan sikap berkendara yang baik kita tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya bagi keselamatan kita, seperti menggunakan telepon genggam sambil berkendara yang dapat mencelakakan kita.
  2. Fungsi pertahanan diri yang berarti bahwa sikap dapat melindungi seseorang. Sikap berkendara yang baik akan mengarahkan kita untuk melindungi diri kita sendiri, seperti dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang memadai. Dengan menggunakan helm, jaket, sepatu, dan perlengkapan berkendara lainnya maka kita telah meminimalisir potensi dari resiko yang akan kita tanggung dari bahaya yang ada di jalan.
  3. Fungsi ekspresi nilai yang berarti bahwa sikap membantu ekspresi positif nilai-nilai dasar seseorang. Dengan memiliki sikap berkendara yang baik maka kita akan memiliki citra diri yang baik. Sebagai contoh, dengan berkendara yang santun kita akan dinilai sebagai sosok yang santun pula, dengan memilih untuk mentaati peraturan maka kita akan dinilai sebagai orang yang cerdas dan berwawasan.
  4. Fungsi pengetahuan, fungsi ini berarti bahwa sikap akan membantu seseorang menetapkan standar evaluasi terhadap suatu hal. Sebagai seorang pengendara maka dengan memilih untuk memiliki attitude berkendara yang baik maka kita akan menyadari bahwa hal tersebut akan membantu kita dalam mencapai tujuan, yakni selamat sampai di tujuan dan berkomitmen untuk terus berkendara yang aman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Dengan pemahaman dan penerapan Rules-Skill-Attitude maka kita telah beradaptasi dengan “medan perang” yang akan kita lalui agar terhindar dari potensi bahaya. Begitu banyak permasalahan yang mendera situasi berlalulintas di Indonesia, mulai dari minimnya etika pemilik kendaraan pribadi, penegakan hukum yang amburadul, kecelakaan yang terus meningkat, dan beragam hal lainnya yang semuanya bermuara pada sikap dan perilaku dari pihak-pihak yang terkait dengan sistem transportasi itu sendiri. Oleh karenanya kita sebagai pengguna jalan harus mampu beradaptasi dengan realitas tersebut demi keselamatan kita dan demi terciptanya situasi berlalulintas yang aman dan nyaman bagi kita semua.

About Azdi - SociusRider

Motorcycles make us dream. They have different colours, they have different sounds. They have shapes that sometimes show what inspired their designers. Sometimes these creations are real works of art that turn the designer into an artist. (Claudio Castiglioni)

Posted on Januari 3, 2012, in Road Safety Stuff, Social Stuff and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. setuju banget sama hal diatas, dan itu bisa disebut sebagai modal utama para pengendara, umumnya kendaraan bermotor, dan khususnya kendaraan bermotor roda doa….

  2. Emang skarang di jalan raya agak menyeramkan, banyak pengendara yang blm saatnya membawa kendaraan sudah sruntulan…. Memang skillnya tidak buruk tp attitudenya yg payah.

  3. plus kesehatan diri & tunggangan dan Jangan lupa berdo’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

KheziaMetta

Shoot me if u can !

macantua.com

all about ride, drive and life........

ARIPITSTOP

otomotif, campur campur, gado gado

Aa Ikhwan Blog

Belajar - Bertakwa - Berjuang

Maskur's Blog

Menyusuri Jalan Rusak

VALKYLA1723

Sekedar Coretan di Kala Senggang

Triyanto Banyumasan Blog's

Belajar dan Terapkan

@ndaholmes's Blog

A topnotch WordPress.com site

DWI OKTA NUGROHO

Lebih Baik Beruntung daripada Pintar

BLOGNYA TIGER ITEM

[saferide:bikersafe]

Yayuk Sentul's Blog

A Project of Yayuk Sentul's Diarrheea... (Diary maksudnya)

Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

MotoGP Tale

Berita Terbaru MotoGP

Joe Trizilo

Personal Blog

%d blogger menyukai ini: